Ulasan Novel Setan Van Oyot (Djokolelono): Biarlah Takhayul yang Menjawab
Hanya ada dua nasib yang dapat diterima oleh wanita pribumi "cantik" di masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Status sosial mereka bisa naik sampai setingkat Mevrouw, tingkat paling tinggi yang dapat dicapai wanita pribumi pada masa itu. Kalau tidak, mungkin hanya menjadi objek seksual para lelaki bangsa mana saja termasuk bangsanya sendiri, entah itu jadi objek siulan para lelaki kucing jalanan, colekan para Meneer genit, atau jadi gundik pengganti guling para londo kesepian. Butuh tiga setengah abad untuk pribumi menjadi sadar. Bangsa mereka telah hidup tanpa kekuasaan. Macam-macam siasat muncul pada sebagian diri individu pribumi di Wlingi untuk meraih kekuasaan. Seorang pribumi "cantik" bernama Kesi telah bertahan hidup dengan mengandalkan kecantikannya. Kecantikannya memang bisa dikatakan sebuah berkah cuma-cuma pemberian semesta, tetapi keahlian mengandalkannya merupakan sebuah usaha cerdas. Hanya wanita cerdas yang dapat mengambil keuntungan dari ...