Perihal Menikah
Tepat 40 hari semenjak aku membubarkan pertunangan kami dan aku masih belum punya nyali untuk memberitahu orang tua sendiri. Sudah menjadi kebiasaanku, memutuskan apa-apa sendiri. Kebiasaan yang sudah dimulai semenjak kecil. Mungkin itu yang menjadikan aku anomali di keluarga ini. Tidak perlu menebak kenapa kali ini tidak jadi lagi. Segala sesuatu di dunia ini termasuk hubungan manusia dijanjikan akan berakhir, cepat atau lambat. Sejujurnya aku tidak terlalu suka membicarakan mantan kekasih. Dari dulu selalu tegas memberi titik pada apa-apa yang sudah berhenti termasuk masa lalu. Biar terpenjara saling menumpuk, entah masuk alam bawah sadar atau hilang ke mana. Pekerjaanku banyak sekali, sudah menjulur panjang rentetan daftar buku, daftar film, masalah siswa, teman, orang asing, dst. Apakah aku tidak sedih? Seingatku, sampai saat ini aku hanya menangis sekali, bukan karena patah hati, tetapi karena belum siap seandainya mamah menjadi sedih karena ini. Jika aku menikah, mamah pas...