Ulasan Buku Kejahatan dan Hukuman (Fyodor Dostoyevsky)
Jika novel bergenre misteri atau detektif akan mencoba menguak sebuah kasus kejahatan melalui seorang tokoh sentral yang memiliki latar belakang sebagai seorang detektif, polisi atau keluarga korban. Kemudian, cerita biasanya akan dipenuhi dengan usaha tokoh sentral tersebut dalam pencarian pelaku. Maka novel Kejahatan dan Hukuman sebagai novel yang menurut saya lebih cenderung bergenre psikologis, mencoba menguak sebuah kasus kejahatan melalui pergumulan batin pelaku kejahatan itu sendiri. Ya, novel ini akan membawa imajinasi kita untuk mendalami sebuah kasus kejahatan dari sudut pandang pelaku itu sendiri.
Novel Kejahatan dan Hukuman merupakan salah satu karya seorang sastrawan rusia yang bernama Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky (1821-1881) atau sering dipanggil Dostoyevsky. Karya-karyanya termasuk novel ini memiliki keunikan sendiri, karena cerita-ceritanya dipenuhi dengan eksplorasi dostoyevsky terhadap jiwa manusia secara realis. Hal tersebutlah yang menarik saya sebagai seorang lulusan sarjana psikologi untuk membaca novel ini sebagai media pembelajaran dalam memahami fenomena psikis manusia secara lebih nyata. Tidak bisa saya pungkiri bahwa Dostoyevsky adalah seorang ahli psikologi yang jenius, karena dia dapat menyajikan konsep psikologi dalam sebuah novel.
Berbicara mengenai isi cerita novel ini. Novel ini bercerita mengenai seorang mahasiswa berkepribadian melankolis yang memiliki kehidupan ekonomi memperihatinkan di kota Petersburg bernama Rodion Ivanovich Raskolnikov. Kita panggil saja Raskolnikov. Kepribadian Raskolnikov yang melankolis tersebut menjadikannya sebagai tokoh dengan jiwa yang penuh akan pergumulan pikiran dan batin. Salah satu pergumulannya berkutat pada sebuah teori sosial yang dia kembangkan sendiri dan sempat dia tulis untuk mengisi konten sebuah surat kabar.
Teorinya berbicara mengenai orang-orang besar yang sempat menjadi sebab terjadinya sebuah pertumpahan darah di kalangan umat manusia. Nama Napoleon dan Muhammad menjadi 2 nama orang besar yang turut disebut dalam tulisannya. Raskolnikov berkeyakinan bahwa pertumpahan darah yang mereka sebabkan tidak dianggap sebuah kejahatan oleh umat manusia karena mereka adalah orang-orang istimewa yang dipilih untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak. Orang-orang yang dapat melampaui hukum. Sama halnya dengan diri Raskolnikov, dia memandang dirinya sendiri sebagai orang dengan pemikiran cerdas, maka dia berhak disejajarkan dengan nama seperti Napoleon. Karena pemikirannya tersebut, saya selaku pembaca sempat menganggapnya sebagai seorang yang mengalami waham grandios (kebesaran). Hehe
Raskolnikov memiliki seorang ibu dan adik yang bernama Dounia. Merekalah yang selama ini mati-matian menopang keuangan Raskolnikov melalui uang bulanan yang mereka kirim dari kampung. Dounia seorang gadis bermartabat tinggi yang sempat mengaku melalui suratnya kepada Raskolnikov bahwa dia dikejar laki-laki tua yang ingin menjadikannya simpanan bernama Svidrigailov, yang tak lain adalah tuan di tempatnya bekerja. Istri Svidrigailov murka kepada Dounia karena menganggapnya sebagai wanita rendahan penggoda suami orang. Tetapi tidak lama dari sana istrinya menyadari bahwa Svidrigailov-lah sebagai laki-laki beristri yang tak tahu malu telah menggoda Dounia. Lama semenjak itu istri Svidrigailov dikabarkan telah meninggal, orang-orang menaruh curiga kepada Svidrigailov akan sebab kematian istrinya.
Sebagai permohonan maaf, istri Svidrigailov memperkenalkan Dounia dengan salah satu kerabatnya bernama Pyotr Petrovich Luzhin yang kemudian mengajukan lamaran kepada Dounia. Seorang pria kaya yang begitu dingin dan pelit. Luzhin pernah menyampaikan dengan tutur kata yang paling halus mengenai alasannya melamar Dounia tidak lain karena memang dia sudah lama ingin menikahi gadis miskin yang dapat bergantung sepenuhnya kepada suami. Dounia adalah tipe wanita yang akan mengorbankan apapun demi kesuksesan kakaknya. Lamaran Luzhin disambut dengan persetujuan Dounia. Raskolnikov tentu menolak keras persetujuan adiknya. Keadaan tersebut menambah goncangan batin dalam diri Raskolnikov. Persetujuan adiknya begitu menyiksa Raskolnikov.
Keyakinan terhadap teori orang besarnya semakin terprovokasi ketika secara kebetulan dia berkenalan dengan Marmeladov. Pria putus asa yang menjadikan minuman sebagai pelarian dari ketidaksanggupannya menghadapi keadaan ekonomi keluarga yang memprihatinkan. Marmeladov memiliki seorang istri pengidap TBC, dua anak yang masih kecil menderita kelaparan karena tak terurus. Satu anak tertua dari pernikahan Marmeladov sebelumnya yaitu Sonia. Sonia sebagai anak tertua menjadi satu-satunya orang yang harus menanggung kesulitan ekonomi keluarganya, dia harus mengorbankan dirinya menjadi seorang pelacur.
Teorinya tersebut menjadi salah satu kemungkinan sebab seorang Raskolnikov membunuh wanita renternir lintah darat bernama Alyona Ivanovna beserta adiknya yang bernama Lizaveta Ivanovna. Dia memilih wanita tersebut untuk dia bunuh karena dianggap telah banyak menyusahkan orang banyak termasuk dirinya. Perihal alasan kenapa dia membunuh juga adiknya adalah karena wanita tersebut sedang kurang beruntung, secara tidak sengaja melihat perbuatan Raskolnikov mengahabisi kakaknya. Di sini, pergumulan pikiran dan batin Raskolnikov belum reda, sebaliknya semakin berkecamuk. Apakah betul tindakannya membunuh wanita renternir lintah darat itu merupakan sebuah kebajikan? Dengan dalih tindakannya didasari oleh kepentingan publik, seperti bunyi teori orang besarnya. Ataukah dia hanya satu dari tipe pembunuh amatir tanpa pengalaman yang terdesak kebutuhan ekonomi? Karena selain membunuh dia juga memboyong harta benda Ivanovna.
Secara tersirat melalui pergumulan batin Raskolnikov inilah Dostoyevsky mencoba memberi sebuah tawaran pemikiran yakni bahwa sebuah tindakan (kejahatan) bukan merupakan sebuah kejahatan jika dilakukan untuk kepentingan publik, sebaliknya sebuah tindakan (kejahatan) dapat dikatakan kejahatan jika dilakukan untuk kepentingan diri sendiri. Contoh kecil yang dia ambil adalah tindakan Dounia dan Sonia yang secara suka rela (masokism) mengorbankan dirinya sendiri demi kepentingan orang lain.
Setelah melakukan tindakan membunuh wanita lintah darat tersebut, keyakinan akan teorinya malah harus mendapatkan ujian. Ketakutan membayangi jiwa seorang Raskolnikov sampai menyebabkannya menderita demam tinggi. Dia mulai memikirkan dampak dari perilakunya tersebut. Bagaimana jika dia ketahuan dan tertangkap? Bagaimana nasib ibu dan adiknya?.
Seorang atau bahkan satu-satunya kawan Raskolnikov yang bernama Razumihin begitu khawatir dengan keadaan temannya tersebut. Teman yang menurutnya kurang bisa gaul kecuali dengan dirinya. Maka ketika Raskolnikov sakit, Razumihinlah yang menjaga dan memperhatikannya. Razumihin sama miskinnya dengan Raskolnikov. Tetapi pandangannya mengenai keadaan sulit keduanya tersebut berbeda dengan pandangan Raskolnikov yang dipenuhi pesimistis. Razumihin selalu optimis berusaha dan bersabar untuk menghadapi berbagai masalah hidup.
Melalui Razumihin, Raskolnikov bertemu dengan sepupu Razumihin bernama Porfiry Petrovich, yang tak lain adalah Deputi Kepala Kepolisian penyelidik kasus pembunuhan wanita lintah darat. Kasus semakin rumit dengan berbagai penyelidikan yang Porfiry lakukan kepada setiap orang. Raskolnikov masuk ke dalam rantai kerja penyelidikannya. Kontak Raskolnikov dan Porfiry dalam penyelidikan inilah yang sangat berdampak pada pencarian batin Raskolnikov akan pelaku kejahatan dalam kasus pembunuhan wanita lintah darat. Dibantu pandangan Porfiry akan kasus tersebutlah Raskolnikov akhirnya menemukan si pelaku kejahatan.
Melalui buku ini, pembaca akan membersamai para tokoh dalam mencari pelaku kejahatan sebenarnya dalam kasus pembunuhan dengan cara menyelami sudut pandang si pembunuh itu sendiri.
